Program Studi Biologi FST Menyelenggarakan Kuliah Tamu Internasional menghadirkan Narasumber dari Jepang dan Denmark


Jambi, 21/11/2023 – Program Studi Biologi mengadakan kuliah tamu Internasional yang pertama di Fakultas Sains dan Teknologi dengan menghadirkan narasumber dari Jepang dan Denmark via zoom meeting (21/11). Kuliah tamu ini mengusung tema “Indonesian Primates Ecology and Conservation”. Program Studi Biologi telah mengundang dua narasumber yaitu Prof. Yamato Tsuji dari Ishinomaki Senshu University, Jepang, serta menghadirkan pula Head of Indonesia Programmes, the long-tailed Macaque Project Copenhagen, Denmark. yaitu Kurnia Ilham, M.Si. Kedua narasumber ini berbagi banyak pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi peserta.
Peserta Kuliah Tamu Internasional dihadiri berbagai Intitusi, tidak hanya dari Prorgam Studi Biologi namun juga dihadiri oleh Perguruan Tinggi di Indonesia dan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Mengingat kuliah tamu internasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Biologi untuk umum, dosen, mahasiswa, dan penggiat biologi dan konservasi.


Bayu Kurniawan selaku ketua Program Studi Biologi menyampaikan bahwa kuliah tamu internasional dengan tema “Indonesian Primates Ecology and Conservation”. Kegiatan ini sangat penting bagi pengembangan keilmuan program studi biologi, mengingat distingsi keilmuan prodi biologi yaitu biodiversitas, konservasi, dan kearifan local. Kuliah tamu internasional ini sangat relevan dengan distingsi keilmuan dari Program Studi Biologi.
Meskipun Program Studi Biologi FST ini baru dilantik pada 18 Agustus 2023 atau 3 bulan yang lalu, namun dengan inisiatif Ketua Program Studi Biologi yang memiliki relasi di Denmark dan Jepang sehingga Kuliah Tamu Internasional ini dapat dilaksanakan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan fakultas Sains dan teknologi Iskandar, PhD, wakil dekan dan dosen di lingkungan Fakultas Sains dan teknologi yang mana turut didukung dan
Kuliah Tamu Internasional Program Studi Biologi ini dibuka oleh Plt. Rektor Prof. Dr. H Rokhmad, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan kedepan untuk Fakultas Sains dan Teknologi dapat membuka lebih banyak kesempatan Kerjasama internasional seputar biodiversitas, ekologi, dan konservasi. Selain itu, Indonesia merupakan Negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi termasuk satwa primate. Dari sekitar 195 spesies primate yang ada di dunia, 37 diantaranya merupakan spesies endemic di Indonesia yang tersebar di pulau Sumatera dan Kalimantan serta pulau lainnya. Kekhawatiran akan kelestarian satwa liar ini menjadi perhatian khusus mengingat berkurangnya habitat alami, penangkapan dan perdagangan illegal menjadi ancaman yang serius. Satwa primate ini memiliki peran yang sangat penting terhadap keseimbangan ekosistem, terutama dalam pemencaran biji untuk menjaga biodiversitas.
Dengan adanya kuliah tamu internasional yang diprakarsai oleh Program Studi Biologi, semoga kerjasama ini terus berlanjut dan tidak berhenti sampai disini, terutama dalam aspek penelitian dibidang ekologi dan konservasi.

Pada penyampaian materi pertama, Prof. Yamato Tsuji menyampaikan tentang pengalamannya meneliti monyet dengan spesies kolobin atau monyet daun, termasuk juga lutung, lalu membahas juga tentang diet dari berbagai spesies monyet yang tersebar di Afrika dan Asia. Bagaimana lutung berkontribusi melalui biji tanaman yang mereka konsumsi, yang mana dapat sangat membantu penyebaran tanaman.
Penyampaian materi kedua oleh Kurnia Ilham, M.Si. tentang isu-isu primata yang mulai kehilangan habitat dan makanan sehingga peningkatan interaksi dengan manusia menjadi lebih tinggi. Sehingga monyet-monyet mulai mendatangi dan mengganggu lahan pertanian warga. Hasil penelitian yang beliau sampaikan menyebutkan bahwa para petani telah berupaya untuk mencegah terjadinya konflik dengan kalangan monyet ekor Panjang, namun belum menunjukkan hasil yang efektif dan maksimal. Beliau juga berbagi beberapa alternatif atau solusi yang dapat diterapkan para petani agar kebun atau tanaman mereka tidak diganggu oleh primata spesies monyet ekor Panjang.
Kuliah tamu internasional ini dilaksanakan secara daring mengingat perbedaan waktu antara Indonesia dan negara asal kedua narasumber. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan program studi biologi membuka peluang kuliah tamu dengan mendatangkan langsung narasumber ke UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sekaligus kolaborasi dalam bentuk Pendidikan dan penelitian yang sangat bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa.
Kegiatan Kuliah Tamu Internasional ini diikuti oleh 30 institusi yaitu :
1. Andalas University
2. Balai Sertifikasi dan Pengujian Jasa Industri Banjarbaru
3. Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
4. IAIN Kerinci
5. IAIN Kudus
6. IAIN Syekh Nurjati Cirebon
7. IAIN Ternate
8. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
9. Politeknik Negeri Batam
10. TNI AD
11. UIN Alauddin Makassar
12. UIN Mahmud Yunus Batusangkar
13. UIN Raden Intan Lampung
14. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
15. UIN Sumatera Utara Medan
16. UIN Sunan Ampel Surabaya
17. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
18. UIN Walisongo Semarang
19. Universitas Brawijaya
20. Universitas Esa Unggul
21. Universitas Galuh
22. Universitas Islam Raden Rahmat
23. Universitas Labuhanbatu
24. Universitas Lambung Mangkurat
25. Universitas Lampung
26. Universitas Mahaputra Muhammad Yamin
27. Universitas Malahayati
28. Universitas Negeri Padang
29. Universitas Sembilanbelas November Kolaka
30. Universitas Tjut Nyak Dhien